GIBAH


GIBAH

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَحْمُوْدِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، اَلْمَوْصُوْفِ بِصِفَاتِ الْجَلاَلِ وَالْكَمَالِ، الْمَعْرُوْفِ بِمَزِيْدِ اْلإِنْعَامِ وَاْلإِفْضَالِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَاَنَهُ وَهُوَ الْمَحْمُوْدُ عَلَى كُلِّ حَالٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ذُو الْعَظَمَةِ وَالْجَلاَلِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ الصَّادِقُ الْمَقَالِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ صَحْبٍ وَآلٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كثيرا. أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Pada jum’at yang berbahagia ini, mari kita sama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Allah yang telah memberikan kekuatan kepada kita berupa kesehatan, untuk memenuhi panggilanNya, yaitu menunaikan ibadah shalat  Jum’at.  Shalawat dan salam kita berikan kepada nabi besar Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam yang telah menuntun umat manusia dari jahiliyah, yang penuh kegelapan menuju Islam yang terang benderang, dan juga kepada para sahabatnya serta para generasi selanjutnya yang memperjuangkan Islam hingga akhir zaman nanti.

Mari kita sama-sama meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah yang selalu melihat gerak-gerik kita, dengan sebenar-benar takwa, Dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Dalam kesempatan kali ini sejenak kita  merenungi firman Allah Swt dalam surat Al Hujarat ayat 12 yang berbunyi

$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qç7Ï^tGô_$# #ZŽÏWx. z`ÏiB Çd`©à9$# žcÎ) uÙ÷èt/ Çd`©à9$# ÒOøOÎ) ( Ÿwur (#qÝ¡¡¡pgrB Ÿwur =tGøótƒ Nä3àÒ÷è­/ $³Ò÷èt/ 4 =Ïtä†r& óOà2߉tnr& br& Ÿ@à2ù’tƒ zNóss9 ÏmŠÅzr& $\GøŠtB çnqßJçF÷d̍s3sù 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# Ò>#§qs? ×LìÏm§‘ ÇÊËÈ

12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

$¨B àáÏÿù=tƒ `ÏB @Aöqs% žwÎ) Ïm÷ƒy‰s9 ë=‹Ï%u‘ ӉŠÏGtã ÇÊÑÈ

18. tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.

Suatu hari Rasulullah saw berjalan-jalan dengan para sahabat, ditengah-tengah perjalan, beliau melihat bangkai seekor keledai/hemar yang sudah busuk, sambil tersenyum beliau berpaling kepada para sahabatnya seraya berakata “ kalian makanlah bangkai itu “ para sahabat  terheran-heran kanapa Baginda memerintahkan demikian seraya bertanya ya Rasulullah bagaimana mungkin kami memakan bangkai yang sudah busuk dan berulat ? Rasulullah menjawab “ kalian makan daging saudaramu jauh lebih busuk dari bangkai itu.

Maksud Rasulullah saw memakan daging saudara kita adalah menggunjing, membicarakan kejelekan saudara-saudara kita yang muslim, sekalipun kejelekan itu memang benar adanya, dan apa yang kita bicarakan itu seandainya didengar oleh yang bersangkutan menyebabkan dia malu ataupun marah itulah yang disebut sebagai gibah dalam agama. Seandainya apa yang kitaa gunjingkan itu tidak benar atau tidak pernah diperbuat oleh seseorang lalu dibicarakan seolah-olah hal itu pernah terjadi inilah yang disebut sebagai fitnah. Dosa memfitnah lebih besar dari tujuh lapis langit dan bumi. Nauzubillah summa nauzubillah.

Rasulullah saw bersabda :

الغيبة اشد من الزنى

Gibah itu lebih dahsyat/lebih besar dosanya daripada berzina

Dikatakan demikian karena seseorang  yang berzina manakala bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benar  taubat akan diampuni oleh Allah, tetapi dosa gibah tidak akan diampuni Allah kecuali yang bersangkutan telah meminta maaf dan telah dimaafkan oleh orang yang digibahnya .

Rasulullah saw bersabda :

اتدرون ماالغيبة ؟ قالوا: الله ورسوله اعلم، قال ذكرك اخاك بما يكره قيل افرايت ان كان في اخي ما اقول ؟ قال ان كان فيه ما تقول، فقد اغتبته، وان لم يكن فيه ما تقول فقد بهتّه ” رواه مسلم

Dari abu hurairah ra, bahwa rasulullah saw bersabda : tahukah kalian apa itu ghibah ? mereka ( para sahabat ) menjawab : Allah dan rasulnya lebih mengetahui. “ beliau bersabda. Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia tidak suka.” Dikatakan : “ Bagaimana jika perkataanku  tentangnya itu benar ? “ Beliau menjawab : “ jika yang kau katakana itu benar maka kamu telah berbuat ghibah, dan jika tidak benar maka kau telah memfitnahnya. ( HR. Muslim )

Dalam satu  riwayat disebutkan Allah swt  mewahyukan kepada nabi Musa As;

اَن كل من تاب من الغيبة فهواخر من يدخل الجنة ومن مات قبل ان يتوب من الغيبة فهو اول من يدخل النار

Sesungguhnya orang yang  bertaubat dari ghibah adalah orang yang terahir masuk surge, dan orang  yang  mati sebelum bertaubat dari ghibah adalah orang pertama masuk neraka

Dalam suatu riwayat bahwa saidatuna Aisyah ra terbersit perasaan cemburu kepada sofiah salah satu dari istri Rasulullah saw seraya berkata :

حسبك من صفيةَ كذا وكذا قال بض الرواةِ : تعنىِ انها قصيرةً فقال عليه السلام لقد قلت كلمة لو مزجت بماء البحر لمزجته  ( رواه ابو داود والترمذى والبيهقي )

Dari Aisah ra ia berkata: aku katan pada nabi  cukuplah bagi anda bahwa  sofiah itu  orangnya begini-begini sebagian perawi hadis mengatakan bahwa yang dimaksud aisyah adalah sofiah itu orangnya pendek  maka Rasulullah bersabda : sungguh engkau  telah  mengucapkan suatu  kalimat jikalau kalimat tersebut dicampurkan dengan air laut niscaya akan merubahnya ( HR. abu daud dan Turmudzi )

Sabda Rasulullah Saw :

عن ابي هريرة رضى الله عنه انه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول : ان العبد ليتكَلَّمُ بالكالمة ما يَتَبَيَّنَ فيها يَزِّلُ بها الي النار اَبْعَدَ مما بين المشرق والمغرب ( متفق عليه )

Dari abu Hurairah ra sesungguhnya ia mendengar Nabi saw bersabda : sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan suatu ucapan tanpa memikirkannya  ( terlebih dahulu ) maka karena itu ia terpeleset masuk ke jurang neraka yang lebih jauh daripada apa yang membentang antara timur dan barat ( HR. Bukhari-Muslim )

Dan seorang perempuan pernah  mengatakan “ alangkah panjangnya belakang si pulanah ! Rasulullah mendengar dan menyuruh perempuan tadi memuntahkannya. الفظى_الفظى

Maka keluarlah dari mulut perempuan tersebut potongan-potongan daging mentah.

Jama’ah Jum’at rahimakumullah

Sadar ataupun tidak bahwa umat islam saat ini sudah terjebak bahkan mungkin menjadi pelaku gibah itu sendiri. Bagaimana tidak bahwa media masa telah menjadi bagian dari informasi yang dengan pulgar mengupas memberitakan bahkan memfitnah orang lain. Bahkan beberapa hari ini seorang yang menjadi panutan umat, seorang ulama telah dicabik-cabik kehormatan dan harga dirinya atas pengakuan seorang perempuan yang telah diperkosa menurut pengakuannya. Terlepas dari benar ataupun tidak pengakuan tersebut akan tetapi umat islam telah termakan sehingga setiaap orang lagi-lagi turut serta menggunjingkannya antara satu sama lain. Umat islam harus sadar bahwa tayangan-tayangan semacam itu hanya memperkeruh keadaan dan sangat merugikan umat islam. Perbuatan seseorang biarlah menjadi tanggungjawab dia dengan Allah tidak perlu kita memberikan komentar apalai membuat penilaian-penilaian keliru terhadap sesuatu yang belum tentu kebenarannya.

Ketahuilah sesungguhnya ghibah itu ada yang dibolehkan untuk tujuan yang benar menurut syariat, yang tidak mungkin tujuan itu tercapai kecuali dengan ghibah tersebut, dan hal ini boleh dengan enam sebab :

  1. Mengadukan kekejaman bagi yang dizalimi kepada pihak-pihak yang berwenang : dalam hal seperti ini boleh bagi yang dizalimi berkata si fulan telah berbuat zhalim padaku begini-begini dan seterusnya.
  2. Meminta tolong dalam merubah kemungkaran : sifulan telah melakukan ini itu maka cegahlah ia atau semisalnya, jadi menceritakan ini dalam rangka menghilangkan kemungkaran, tetapi tanpa niat seperti tersebut tetap haram
  3. Meminta fatwa, misalnya dia berkata kepada mufti Bapakku atau saudaraku telah menzalimiku dengan begini dan begitu apakah hal ini boleh mereka lakukan dan bagaimana jalan keluar dari kezalimannya ? dan seterusnya hal semacam ini dibolehkan
  4. Memperingatkan kaum muslimin dari kejahatan dan menasehati mereka
  5. Orang yang sengaja melakukan kefasikan atau maksiat secara terang-terangan
  6. Ta’rif mengenalkan nama atau julukan jika ada seseorang yang terkenal dengan julukan, seperti si buta, tuli, dan seterusnya. Akan tetapi haram hukumnya menyebutkan hal-hal tersebut jika tujuannya untuk menghina atau mengejek

Inilah hal-hal yang dibolehkan menurut ijma’ para ulama, mudah-mudaha kita dijauhkan Allah swt dari kebiasaan-kebiasa menggunjing atau menggibah orang lain, dan kalaupun hal tersebut terjadi tapi tidak terlepas dari enam sebab sebagai tersebut diatas.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ  . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ صَحْبٍ وَآلٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كثيرا. أَمَّا بَعْدُ؛فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِه وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

ارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أِنَّ اللهَ وَمَلاَئَكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ،يا أيها الين آمنوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

SHOLAT JAMA’AH

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَحْمُوْدِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، اَلْمَوْصُوْفِ بِصِفَاتِ الْجَلاَلِ وَالْكَمَالِ، الْمَعْرُوْفِ بِمَزِيْدِ اْلإِنْعَامِ وَاْلإِفْضَالِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَاَنَهُ وَهُوَ الْمَحْمُوْدُ عَلَى كُلِّ حَالٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ذُو الْعَظَمَةِ وَالْجَلاَلِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ الصَّادِقُ الْمَقَالِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ صَحْبٍ وَآلٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كثيرا. أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Marilah kita sama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Allah yang telah memberikan kekuatan kepada kita berupa kesehatan, untuk memenuhi panggilanNya, yaitu menunaikan ibadah shalat  Jum’at.  Shalawat dan salam kita berikan kepada nabi besar Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam yang telah menuntun umat manusia dari jahiliyah, yang penuh kegelapan menuju Islam yang terang benderang, dan juga kepada para sahabatnya serta para generasi selanjutnya yang memperjuangkan Islam hingga akhir zaman nanti.

Mari kita sama-sama meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah yang selalu melihat gerak-gerik kita, dengan sebenar-benar takwa, Dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Dalam kesempatan kali ini sejenak kita coba mencermati hadis Rasulullah Saw yang diriwayat dari Abu Hurairah ra :

اتى النبيَ صلى الله عليه وسلم رجل أعمى فقال: يارسول الله، ليس لي قائد يقود ني الي المسجد، فسأل رسول الله صلي الله عليه وسلم ان يُرَخِّصَ له  فيصلي في بيته، فرخص له، فلما ولي دعاه فقال له: هل تسمع النداء بالصلاة ؟ قال نعم: قال: فأجب” رواه مسلم

Dari Abu Hurairah ra. Dia berkata : telah datang kepada Nabi Saw seorang laki-laki buta seraya berkata : wahai Rasulullah saya tidak memiliki penuntun yang bisa menuntun saya ke masjid. Orang tadi memohon kepada Rasulullah agar memberi keringanan untuknya agar diizinkan sholat dirumah ( tidak kemasjid ). Maka beliaupun memberikan izin untuknya, tetapi tatkala orang itu mau pergi beliau memanggilnya dan bertanya : apakah kamu mendengar azan shalat ? “ dia menjawab : ya”, Beliau bersabda, kalau begitu datangilah ( panggilan shalat itu ).” ( HR. Muslim )

Berdasarkan hadis diatas mengertilah kita, betapa Nabi saw sangat menekankan sholat berjamaah bagi kaum laki-laki. Akan tetapi umat islam bahkan kita sendiri dengan berbagai alasan seringkali sholat lima waktu kita laksanakan sendiri-sendiri dirumah. Kesadaran ummat islam membangun masjid dan musholla seringkali tidak dibarengi dengan keikhlasan dan kesabaran memakmurkan masjid dan musholla itu sendiri dengan sholat berjama’ah dan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya. Panggilan azan dan ikomat sering kali hanya memantul didinding-dinding rumah kita, ditempat-tempat kerja kita tanpa dibarengi dengan kesiapan dan kesigapan kita untuk bergegas mendatangi panggilan sholat tersebut. Masjid maupun musholla dibangun dengan megah dan permanen tetapi sering kosong jama’ah, umat islam cenderung acuh terhadap persolan-persoalan agama semisal sholat berjama’ah, menghadiri majlis ta’lim, majlis zikir dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Saat ini kekeringan melanda diberbagai daerah, kesulitan ekonomi yang diiringi oleh melonjaknya harga bahan kebutuhan pokok masyarakat hendaknya kita jadikan sebagai bahan evaluasi bahwa semua yang terjadi adalah akibat dosa dan kelalaian kita kepada Allah swt.

Ada beberapa hadist nabi saw yang menjelas keutamaan menuju masjid, antara lain :

  1. Ibnu Mas’ud ra berkata : barangsiapa ingin bertemu Allah besok ( pada hari kiamat ) dalam keadaan muslim maka hendaklah menjaga shalat-shalat ( yang lima waktu ) itu bilamana dikumandangkan adzan untuknya, karena sesungguhnya Alla swt telah mensyariatkan untuk nabi kalian sunnah dan petunjuk. Seandainya kalian shalat dirumah-rumah kalian sebagaimana orang yang sengaja shalat dirumahnya ini tentu kalian telah meninggalkan sunah nabi kalian, dan seandainya kalian meninggalkan sunah nabi kalian tentu kalian telah sesat, sungguh saya menyaksikan kami dahulu bahwa tidak ada yang sengaja meninggalkan jama’ah melainkan orang munafiq yang jelas nifaqnya. Sungguh seseorang telah dibwa ke masjid, dipapah diantara dua orang hingga didirikan di shaf. ( HR. Muslim )
  2. Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda : barangsiapa bersuci dirumahnya kemudian berangkat menuju salah satu masjid untuk menunaikan salah satu kewajiban kepada Allah maka langkah-langkahnya yang satu menghapus dosa dan yang lain serta mengangkat derajatnya. ( HR. Muslim )
  3. Dari Abu Musa ra dia berkata : Rasulullah saw bersabda : sesungguhnya manusia yang paling besar pahalanya didalam shalat adalah orang yang paling jauh perjalanannya menuju sholat, begitu seterusnya. Dan orang yang menunggu sholat hingga melakukannya bersama imam pahalanya lebih agung dari pada orang yang sholat ( sendiri ) kemudian tidur ( HR. Buhari-Muslim )
  4. Dari Usman bin Affan ra dia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : barangsiapa sholat isya berjama’ah maka seolah-olah ia telah bangun ( qiyamul-lail ) separuh malam. Dan siapa yang shalat subuh berjam’ah seakan-akan ia telah sholat pada seluruh malam ( HR. Muslim )
  5. Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda : seandainya kalian mengetahui keutamaan yang ada pada shalat jama’ah isya dan subuh niscaya kamu mendatanginya meskipun dengan merangkah ( HR. Bukhari – Muslim )
  6. Dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw bersabda : tidak ada shlat ( jama’ah ) yang paling berat bagi orang-orang munafiq selain shalat subuh dan isya, dan andaikata mereka mengetahui keutamaan yang ada pada keduanya niscaya mereka mendatanginya meskipun dengan merangkak ( HR. Bukhari – Muslim )
  7. Rasulullah saw berkata kepada Saidina Ali ra, hai Ali pada hari ini aku berwasiat kepadamu terhadapa beberapa persoalan, jika kau menjaga dan memeliharanya hidupmu akan terhormat, dan matimu menjadi suhada yang akan dibangkit Allah pada hari kiamat sebagai orang terpelajar serta ahli agama. Hai Ali peliharalah sholat jama’ah, karena langkahmu menuju sholat jama’ah Allah catat sebagai pahala haji dan umrah, seorang mukmin yang selalu menjaga sholat jama’ahnya sungguh telah dicintai Allah, dan melalaikannya adalah termasuk orang munafik yang sangat dibenci Allah swt. nauzubillah

Jama’ah jum’at rahimakumullah !

Berdasarkan beberapa hadist dan keterangan tersebut maka hanya  diri kita masing-masinglah yang bisa menilai ! berada diurutan keberapakah kita ? apakah termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu menjaga shalat dengan berjama’ah atau termasuk kedalam golongan manusia-manusia yang tidak peduli terhadap berbagai anjuran dan seruan memperkokoh barisan, menjalin silaturrahmi melalui sholat jam’ah ? jawabannya ada di setiap  kita.

Mudah-mudahan Allah bimbing kita agar mudah menerima hidayahnya serta memberikan kekuatan lahir dan batin agar dapat menunaikan sholat berjam’ah secara terus-menerus guna mencapai ridha Allah swt, amin.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ  . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ صَحْبٍ وَآلٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كثيرا. أَمَّا بَعْدُ؛فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِه وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

ارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أِنَّ اللهَ وَمَلاَئَكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ،يا أيها الين آمنوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengapa Puasa di Syariatkan

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَحْمُوْدِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، اَلْمَوْصُوْفِ بِصِفَاتِ الْجَلاَلِ وَالْكَمَالِ، الْمَعْرُوْفِ بِمَزِيْدِ اْلإِنْعَامِ وَاْلإِفْضَالِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَاَنَهُ وَهُوَ الْمَحْمُوْدُ عَلَى كُلِّ حَالٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ذُو الْعَظَمَةِ وَالْجَلاَلِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ الصَّادِقُ الْمَقَالِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ صَحْبٍ وَآلٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كثيرا. أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى:اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم  يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jum,at Rahimakumullah

Alhamdulillah, dengan izin Allah, dengan taufik, hidayah dan inayah-Nya, dan Insya Allah dengan Rida-Nya pula pada hari ke 26 puasa ramadhan yang kita laksanakan tahun ini, kita masih diberikan kesehatan, keafiatan sehingga kita bisa berada ditempat yang mulia ini guna menunaikan kewajiban salat jum’at dan semua rangkaian kegiatannya.

Mari tingkatkan selaluketakwaan dan keimanan kita kepada Allah swt yang selalu melihat gerak-gerik kita, dengan sebenar-benar takwa, Dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Jama’ah Jum’at rahimakumullah

Allah swt menyimpan banyak rahasia di balik ketetapan syariat-Nya, beragam hikmah di balik keputusan hukum-hukum-Nya, dan berbagai tujuan di balik penciptaan mahluk-Nya. Di antara rahasia, hikmah, dan tujuan itu ada yang dapat dijangkau oleh akal manusia dan ada pula yang tidak mampu dijangkaunya malainkan hanya membuat akal manusia menjadi pecundang dalam menafsirkannya. Allah swt memberitakan sebagian dari hikmah puasa melalui firman-Nya :

$yg•ƒr’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä |=ÏGä. ãNà6ø‹n=tæ ãP$u‹Å_Á9$# $yJx. |=ÏGä. ’n?t㠚úïÏ%©!$# `ÏB öNà6Î=ö7s% öNä3ª=yès9 tbqà)­Gs? ÇÊÑÌÈ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,( Al baqrah ayat 183 )

Bulan ramadhan akan segera pergi meninggalkan kita, sekalipun ia kembali pada tahun berikutnya, tetapi tidak ada jaminan bahwa kita bisa bertemu dengan bulan ramadhan di tahun depan. Berbahagialah mereka-mereka yang telah memanfaatkan berbagai fasilitas dan keutamaan bulan ramadhan yang telah disiapkan Allah bagi orang-orang beriman. Sebaliknya celakalah bagi mereka yang tidak mau memanfaatkan bulan ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Allah bahkan cenderung melanggar dan mengabaikan perintah-Nya.

Kita sering melihat saudara-saudara kita yang tidak berpuasa tanpa alasan yang dibenarkan oleh syara’, tidak jarang dari mereka tanpa rasa malu makan, minum, maupun merokok di tempat-tempat umum, bagi mereka bulan ramadhan tidak ada bedanya dengan bulan-bulan lainnya. Hidupnya semata-mata untuk perut, kalau memang hidup ini hanya untuk memenuhi tuntutan perut semata apa bedanya dengan binatang melata yang lainnya ? padahal Allah telah bekali manusia dengan berbagai kesempurnaan yang tidak diberikan kepada mahluk lain, lalu mengapa hidup yang hanya sekali ini harus disia-siakan ?Allah swt banyak sekali menyindir manusia-manusia semacam ini seperti firman-Nya:

ô‰s)s9ur $tRù&u‘sŒ zO¨YygyfÏ9 #ZŽÏWŸ2 šÆÏiB Çd`Ågø:$# ħRM}$#ur ( öNçlm; Ò>qè=è% žw šcqßgs)øÿtƒ $pkÍ5 öNçlm;ur ×ûãüôãr& žw tbrçŽÅÇö7ム$pkÍ5 öNçlm;ur ×b#sŒ#uä žw tbqãèuKó¡o„ !$pkÍ5 4 y7Í´¯»s9’ré& ÉO»yè÷RF{$%x. ö@t/ öNèd ‘@|Êr& 4 y7Í´¯»s9’ré& ãNèd šcqè=Ïÿ»tóø9$# ÇÊÐÒÈ

dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai. ( Al A’raf ayat 179 )

Ÿw !$yg9n=óÁtƒ žwÎ) ’s+ô©F{$# ÇÊÎÈ   “Ï%©!$# z>¤‹x. 4’¯<uqs?ur ÇÊÏÈ

tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).

÷Pr& Ü=|¡øtrB ¨br& öNèduŽsYò2r& šcqãèyJó¡o„ ÷rr& šcqè=É)÷ètƒ 4 ÷bÎ) öNèd žwÎ) ÄN»yè÷RF{$%x. ( ö@t/ öNèd ‘@|Êr& ¸x‹Î6y™ ÇÍÍÈ

atau Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).

Berbagai macam anugerah dan nikmat Allah yang ada pada kita, belum sebanding dengan apa yang kita persembahkan kepada-Nya sebagai wujud pengabdian kita Allah swt, padahal Allah tidak mengambil manfaat apapun dari ketaatan dan ibadah yang kita kerjakan, tetapi semua yang telah kita perbuat, baik maupun buruk akan  diberikan ganjarannya  oleh Allah pada hari pembalasan kelak. Allah swt berfirman :

$¨Br’sù ÆtB ôMn=à)rO ¼çmãZƒÎ—ºuqtB ÇÏÈ   uqßgsù ’Îû 7pt±ŠÏã 7puŠÅÊ#§‘ ÇÐÈ

 dan Adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka Dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

$¨Br&ur ô`tB ôM¤ÿyz ¼çmãZƒÎ—ºuqtB ÇÑÈ   ¼çm•Bé’sù ×ptƒÍr$yd ÇÒÈ

 dan Adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

¬!ur $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur ’Îû ÇÚö‘F{$# 3 ô‰s)s9ur $uZøŠ¢¹ur tûïÏ%©!$# (#qè?ré& |=»tGÅ3ø9$# `ÏB öNà6Î=ö6s% öNä.$­ƒÎ)ur Èbr& (#qà)®?$# ©!$# 4 bÎ)ur (#rãàÿõ3s? ¨bÎ*sù ¬! $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur ’Îû ÇÚö‘F{$# 4 tb%x.ur ª!$# $†‹ÏZxî #Y‰ŠÏHxq ÇÊÌÊÈ

 dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. tetapi jika kamu kafir Maka (ketahuilah), Sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah[360] dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji

dengan kata lain, Dia tidak membutuhkan sesuatupun karena segala sesuatu memang sudah menjadi miliknya. Maka seandainya pun seluruh manusia tidak menyembah Allah, tidak akan berkurang sedikitpun keagungan-Nya sebaliknya manusia itu sendiri yang akan mengalami kerugian, karena desain penciptaannya tidak bisa dilepaskan dari eksistensi Allah swt..

Jama’ah Jum,at rahimakumullah

Melaksanakan Ibadah puasa memang bukan pekerjaan yang mudah dan gampang, tetapi diperlukan keimanan, kesabaran serta kesungguhan untuk melaksanakannya. Keimanan, kesabaran, dan kesungguhan melaksanakan perintah Allah swt harus dipupuk dan dijaga agar tetap menggelora, dan ini harus dimulai dari rumah tangga setiap muslim, anak keturunan kita dan generasi muslim selanjutnya tergantung bagaimana kedua orang tuanya memberikan contoh dan tauladan kepada mereka. Said Asyaikh Ahmad Romli ra dalam kitab fiqihnya berkata :

 يَجِبُ عَلَى وَلِيِّهِ أَنْ يَأْمُرَهُ بِالصَّلَاةِ لِسَبْعِ سِنِيْنَ بِشَرْطِ التَّمْيِيْزِ وَيَضْرِبَهُ عَلَى تَرْكِهَا لِعَشْرِ سِنِيْنَ.

wajib menyuruh anak melakukan shalat ketika berumur tujuh tahun dengan syarat mumayyiz, dan (wajib) memukulnya karena meninggalkan shalat ketika berumur sepuluh tahun.

Apa yang disampaikan oleh assyaikh ahmad Romli diatas dapat diambil kesimpulan bahwa anak keturunan kita wajib dididik, dilatih, dibiasakan, melaksanakan kewajiban-kewajiban agamanya sejak dini, sejak usianya masih belia sehingga apabila dewasa semua hal baik yang telah dilaksanakannya menjadi darah daging dan mudah untuk dilaksanakan

Mudah-mudahan Allah swt memberikan taufiq serta hidayahnya kepada kita agar dapat selalu mentaatinya, dan mudah-mudahan kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan ramadhan pada tahun yang akan datang serta mampu mengisi dan memanfaatkan momentum ramadhan dengan sebaik-baiknya. Amin ya robbal alamin.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ  . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ صَحْبٍ وَآلٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كثيرا. أَمَّا بَعْدُ؛فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِه وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

ارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أِنَّ اللهَ وَمَلاَئَكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ،يا أيها الين آمنوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: